Harga Kedelai Impor Naik Jadi Rp11.100/Kg, Pedagang Tempe Terpaksa Kurangi Ukuran dan Produksi
Lonjakan Harga Kedelai Impor Menekan Pengrajin Tempe
Kenaikan harga bahan baku kembali menyulitkan para pengrajin dan pedagang tempe lokal. Harga kedelai impor tercatat mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp11.100 per kilogram. Kenaikan harga ini berdampak langsung pada biaya operasional serta modal usaha para pedagang.
Strategi Bertahan: Memperkecil Ukuran Tempe
Untuk menyiasati lonjakan harga kedelai tanpa harus menaikkan harga jual secara drastis kepada konsumen, sejumlah pedagang tempe mengambil langkah pahit dengan mengurangi ukuran tempe yang mereka produksi. Langkah ini menjadi pilihan realistis agar tempe tetap dapat dijangkau oleh masyarakat luas di tengah melambungnya modal produksi.
Penurunan Volume Produksi Harian
Selain memperkecil ukuran produk, kenaikan harga bahan baku ini juga memaksa pedagang menekan jumlah produksi harian mereka. Tingkat produksi yang biasanya mencapai 100 kg per hari kini terpaksa turun menjadi sekitar 70 hingga 80 kg saja. Para pedagang berharap harga kedelai dapat segera stabil kembali agar rantai usaha dan daya beli masyarakat tetap terjaga.